PUBLIKINFO.ID,SAROLANGUN – Keluhan dan kekecewaan melanda pengguna jalan yang mengisi bahan bakar di SPBU NO. 24 373 27 Desa Bernai, Kecamatan Sarolangun, Kamis (23/07/2026). Keterbatasan jumlah petugas operator membuat antrean memanjang berjam-jam, hingga sejumlah pelanggan yang sudah menunggu lama justru tak terlayani karena petugas memasuki waktu istirahat.
Salah satu pelanggan yang merasakan kekecewaan adalah ibu Devi, warga yang hendak Pulang dari belanja di pasar sarolangun.
“Saya sudah antre selama hampir 2 jam. Begitu giliran saya di depan pompa, petugas malah bilang sudah masuk jam istirahat tepat pukul 12.00 WIB. Padahal saya harus ke pulang secapat nya Ucap bu Devi.Selain devi, Andi warga Kabupaten Merangin yang hendak menuju Kota Jambi juga merasa kecewa.
” Saya sudah memohon agar dibantu mengisi dulu, tapi petugas menolak karena sudah masuk waktu istirahat. Sementara saya lagi buru-buru untuk ke kota jambi karena ada keperluan yang mendesak,” ungkapnya dengan nada kecewa.
Selain soal durasi layanan, ibu Devi dan pak Andi juga meminta pengelola SPBU memberikan perhatian khusus terhadap pelanggan yang melakukan perjalanan jauh maupun keperluan dinas. Ia menyoroti kerapnya pelangsir yang berulang kali mengambil Pertalite di lokasi tersebut.
” Mohon untuk pemilik atau pengurus SPBU lebih mengutamakan pejalan jauh dan kendaraan yang berkebutuhan mendesak. Para pelangsir ini kan hanya bergerak di sekitar sini saja. Kalau antrean sudah panjang, sebaiknya mereka tidak ikut antre dulu, baru isi kalau sudah sepi. Selain itu, jumlah petugas operator harus ditambah supaya ada yang bergantian, pelayanan tidak terhenti saat jam istirahat,” harapnya.
Menanggapi hal tersebut, Pengawas SPBU 24 373 27 Bernai, Basuki, menjelaskan jadwal operasional lokasi tersebut sudah berjalan lama, yaitu buka pukul 07.00 WIB hingga 12.00 WIB, lalu istirahat makan dan sholat Zuhur sebelum kembali beroperasi pukul 13.00 WIB.
“Terkait jumlah petugas, untuk dua titik pompa kami hanya dilayani dua orang: satu khusus roda dua, satu khusus roda empat. Jadi memang tidak bisa bergantian saat jam kerja seperti di SPBU lain yang mungkin punya petugas lebih banyak. Kami sudah berusaha melayani semaksimal mungkin dengan ketersediaan yang ada,” jelas Basuki.
Basuki juga menyampaikan, pihaknya sudah berkali-kali menegur pelangsir agar tidak berulang kali mengambil bahan bakar saat antrean padat. Namun kewenangan pengelola lokasi terbatas dalam hal ini.
“Kami sudah sering menyampaikan dan menegur, bahkan sampai marah pun pernah. Tapi sejauh ini kami belum mampu menghentikan sepenuhnya praktik tersebut. Kami hanya bisa mengimbau untuk mematuhi aturan dan tidak memonopoli kebutuhan orang lain,” ujarnya.
“Kami di sini sebenarnya sangat disiplin dan mengutamakan layanan prioritas seperti ambulans, pasien sakit, atau perjalanan dinas yang mendesak. Harapan kami, seluruh pelanggan dapat memaklumi kondisi dan waktu layanan yang berlaku, kami akan tetap berusaha melayani sebaik mungkin sesuai ketentuan yang ada,” pungkas Basuki
Penulis: Riko Wijaya














Discussion about this post