PUBLIKINFO.ID,SAROLANGUN – Situasi sempat memanas di wilayah Desa Bukit Suban, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, Jumat (28/8/2026). Keributan melibatkan sejumlah warga Suku Anak Dalam (SAD) dengan personel Yonif TP 896/SP yang tengah melaksanakan patroli pengamanan di areal perkebunan PT SAL.

Berdasarkan keterangan Babinsa Bukit Suban, Serda Ade Efri, kejadian bermula sekitar pukul 08.30 WIB saat lima personel Yonif TP 896/SP bersama seorang satpam PT SAL dan seorang sopir melakukan patroli di kawasan 19/22 OC PT SAL.

Patroli tersebut dilakukan menyusul laporan adanya dugaan pencurian buah sawit di areal perusahaan. Sekitar pukul 09.15 WIB, petugas menemukan sejumlah warga SAD yang diduga sedang mengambil sawit di lahan PT SAL.
Saat petugas menghentikan dan mendokumentasikan kegiatan tersebut, terjadi kesalahpahaman yang kemudian berkembang menjadi cekcok. Salah seorang warga SAD disebut mengambil telepon genggam milik personel dan melemparkannya ke tanah.
Situasi kemudian memanas hingga terjadi aksi dorong-dorongan antara kedua pihak. Perselisihan sempat diredam dan diselesaikan secara baik-baik.
Namun, ketika rombongan hendak meninggalkan lokasi, kembali datang kelompok warga SAD yang diperkirakan berjumlah sekitar 50 orang. Dalam kejadian tersebut, kendaraan PT SAL dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian lampu belakang dan ban kendaraan dikempeskan.
Keributan kembali terjadi dan sejumlah personel dilaporkan mengalami tindakan kekerasan. Salah satu personel, Prada Alies V.A., mengalami luka memar pada bagian leher dan punggung. Sementara satu unit kendaraan PT SAL mengalami kerusakan.
Sekitar pukul 10.30 WIB, personel Yonif TP 896/SP meninggalkan lokasi menuju kawasan Perumahan Teknik di Inti 1. Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada unsur pimpinan Yonif TP 896/SP.
Merespons kejadian tersebut, Pasiintel bersama tiga personel staf langsung menuju lokasi untuk meredam situasi. Selanjutnya, Danyonif TP 896/SP bersama Pasiintel dan personel staf tiba di PT SAL sekitar pukul 14.20 WIB untuk melakukan koordinasi dan penyelesaian permasalahan.
Dalam pertemuan tersebut, masyarakat SAD diimbau agar tidak terprovokasi. Personel TNI juga diminta menahan diri sehingga situasi tidak berkembang menjadi konflik lanjutan.
Sekitar pukul 14.30 WIB, kondisi di lokasi dilaporkan kembali aman dan kondusif.
Untuk penyelesaian lebih lanjut, pihak PT SAL akan berkoordinasi dengan CDO perusahaan, Polres Sarolangun, Kesbangpol Kabupaten Sarolangun, Koramil, Polsek Air Hitam, Camat Air Hitam serta pemerintah desa.
Sementara itu, penanganan perkara diserahkan kepada pihak hukum Polres Sarolangun. Langkah tersebut diharapkan dapat mengungkap secara terang kronologi dan pihak-pihak yang bertanggung jawab sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Peristiwa ini menjadi perhatian bersama agar setiap persoalan di lapangan dapat diselesaikan melalui komunikasi, musyawarah, dan jalur hukum, sehingga hubungan antara masyarakat, perusahaan, serta aparat keamanan tetap terjaga dan situasi di wilayah Desa Bukit Suban tetap kondusif.
Penulis: Riko Wijaya














Discussion about this post