PUBLIKINFO.ID,MERANGIN – Sebagai leding sektor penanggulangan bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Merangin dinilai lamban dalam menangani fase pasca bencana di beberapa Kecamatan di wilayah Kabupaten Merangin beberapa bulan yang lalu.
Meski telah berlalu, Bencana banjir dan longsor tersebut masih menyisakan dampak yang begitu sulit bagi masyarakat yang terdampak musibah. Salah satunya adalah Desa Rantau Jering Kecamatan Lembah Masurai Kabupaten Merangin.
Masyarakat Desa Rantau Jering masih kesulitan mendapatkan pasilitas air bersih dan akses keluar masuk desa menuju Kecamatan dan Kabupaten.
Namun, Tanpa bantuan Pemerintah, Masyarakat dan Pemerintah Desa Rantau Jering Alhamdulillah berhasil melewati musibah tersebut dengan cara bergotong royong dan swadaya.
“Kita sudah meminta bantuan pemerintah melalui BPBD, Namun tak ada tanggapan. Meski tak ada tanggapan alhamdulillah sumber air bersih dan akses jalan yang longsor sudah dapat di manfaatkan masyarakat,”Ujar Kepala Desa Rantau Jering, Parmel.
Akses jalan tersebut kami perbaiki, Lanjut Parmel. Menggunakan dana pribadi dengan cara mendatangkan alat berat excavator.
“Untu akses jalan, kita perbaiki menggunakan alat berat yang kitabrental menggunakan dana pribadi saya. Sementara untuk air bersih kita gotong royong dengan masarakat,”Ucap Kades.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Merangin, Muhamad Sahiri, ketika dikonfirmasi media publikinfo.id bungkam seribu bahasa. Meski media ini telah melayangkan panggilan telpon dan pesan singkat melalui no yang sering digunakannya untuk komunikasi dengan bawahannya.
Berbeda dengan Kepalanya, Salah satu bawahan M.Sahiri buka suara ketika di telpon media ini.
“Apa yang disampaikan salah satu media baru-baru ini itu benar adanya, Semua kembali kepada atasan, kalau kami bawahan hanya ikut perintah saja. Kalau atasan kami cepat dan tanggap bisa di pastikan dana tanggap darurat cepat terealisasi,”Ucapnya usai mengikuti rapat terkait realisasi dana tanggap darurat. Kamis (16 Juli 2026).
Perlu diketahui, untuk wilayah yang terdampak pada tanggal 24 April lalu, meliputi Desa Koto Rawang Kecamatan Jangkat, Desa Madras Kecamatan Jangkat, Desa Lubuk Pungguk Kecamatan Jangkat, Desa Rantau Jering Kecamatan Lembah Masurai, dan Desa Pulau Bayur Kecamatan Tiang Pumpung. (Rbu).














Discussion about this post