PUBLIKINFO.ID,SAROLANGUN – Sejumlah peserta pelatihan kejuruan bidang Salon Kecantikan dan Tata Rias Pengantin di Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Sarolangun menyampaikan kekecewaan dan keluhan serius terkait keterbatasan fasilitas, bahan praktek, serta perlakuan yang mereka terima selama mengikuti kegiatan.
Dalam keterangannya, perwakilan peserta menyatakan pelatihan yang berlangsung selama 30 hari ini seharusnya difasilitasi lengkap mulai dari alat, bahan, biaya transportasi, seragam, hingga konsumsi sesuai ketentuan. Namun kenyataannya, peserta justru sering mengalami kendala kekurangan perlengkapan.
“Setiap kali mereka menanyakan atau mengeluh soal hal tersebut, jawaban yang kerap diterima adalah “tidak ada anggaran,”Ucap Salah Satu Peserta.
Keluhan sudah disampaikan berulang kali kepada pihak pengelola BLK maupun instruktur, namun belum ada penyelesaian yang memuaskan. Bahkan pada kesempatan terakhir terjadi perdebatan cukup panas, di mana peserta dianggap tidak berpendidikan dan mendapat ucapan yang menyakitkan hati, serta diusir saat berusaha menyampaikan masalah secara baik‑baik ke kantor terkait.
“Sangat disayangkan, kami datang dengan semangat ingin belajar dan meningkatkan keahlian, tapi justru dibentak, dicela, dan diperlakukan tidak hormat. Kami juga sudah berusaha meminta maaf dan bersikap sopan, namun tanggapan yang kami terima tetap tidak mengenakkan,” ungkap salah satu peserta yang mewakili 16 orang dalam satu kelas. Diketahui ada kelompok peserta lain dari bidang kejuruan yang juga mengalami kendala serupa,”Tambahnya.
Pihak peserta juga menanyakan kejelasan terkait hak‑hak yang seharusnya diterima, seperti uang saku, biaya transportasi, seragam, hingga kepastian keabsahan sertifikat pelatihan. Mereka juga menyoroti ketidaksesuaian jadwal pertemuan yang dijanjikan akan ditindaklanjuti pimpinan instansi, namun hingga saat ini belum ada kepastian yang nyata.
Peserta berharap Kepala Dinas terkait dan pihak berwenang segera meninjau langsung ke lapangan, memeriksa fakta yang terjadi, serta menindaklanjuti agar pelatihan benar‑benar berjalan layak, berkeadilan, dan menjaga harkat serta martabat peserta yang sedang berusaha meningkatkan keterampilan diri.
Penulis.Riko Wijaya














Discussion about this post