• BERITA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
  • HIBURAN
  • HUKUM
  • KESEHATAN
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
Berita Publik Masa Kini
No Result
View All Result
Berita Publik Masa Kini
  • BERITA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
  • HIBURAN
  • HUKUM
  • KESEHATAN
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
Berita Publik Masa Kini
No Result
View All Result
  • BERITA
  • EKONOMI
  • HIBURAN
  • HUKUM
  • KESEHATAN
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK

Surat Permohonan Bantuan Pascabencana Dibiarkan Kosong Tanpa Tanda Tangan, Kepala Pelaksana BPPBD Merangin Bungkam

Rabu Iskandar by Rabu Iskandar
22/07/2026
in BERITA, DAERAH, EKONOMI, HIBURAN, HUKUM, INTERNASIONAL, KESEHATAN, NASIONAL, OLAHRAGA, OPINI, PEMERINTAHAN, PENDIDIKAN, POLITIK
0
325
SHARES
2.5k
VIEWS
PostTweetSendScan

PUBLIKINFO.ID,MERANGIN – Misteri lambannya penanganan pascabencana banjir dan tanah longsor yang menerjang Desa Rantau Jering dan wilayah sekitarnya di Kecamatan Lembah Masurai akhirnya terbongkar!

Baca juga

Suku Anak Dalam Kembali Serahkan Belasan Pucuk Senjata Api Rakitan ke Polres Merangin

IPDA Ashadi, Perwira Yang Pimpin Tim URC Tetap Tenang dan Humanis Meski Terluka Saat Mencoba Menenangkan Suku Anak Dalam Yang Datang Ke Polres Merangin

Polres Merangin Amankan 8 Terduga Pelaku Penyerangan Mako Polres Merangin dan sita Senjata Api Rakitan

 

Di saat puluhan Kepala Keluarga (KK) harus berdarah-darah memulihkan permukiman secara mandiri, bertaruh nyawa meniti tebing curam demi menyambung saluran air bersih yang hancur, hingga memotong kayu longsoran menggunakan peralatan seadanya, pemerintah daerah justru terkesan main-main dengan urusan birokrasi.

 

Berdasarkan dokumen resmi hasil investigasi redaksi, terkuak fakta mengejutkan. Surat permohonan bantuan tim teknis untuk perhitungan anggaran biaya pascabencana yang ditujukan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Merangin dibiarkan melayang tanpa tanda tangan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Merangin, Muhamad Sahiri.

 

Bencana Bulan April, Rapat Baru Juni, Tanda Tangan ‘Ghaib’!

 

KETIDAKSERIUSAN pemerintah daerah dalam merespons penderitaan rakyat makin telanjang jika melihat kronologi penanggalan dokumen tersebut:

 

• 26 April 2026: Hujan deras memicu banjir bandang Sungai Batang Tembesi dan longsor besar yang melumpuhkan akses jalan serta meluluhlantakkan infrastruktur air bersih warga.

• 11 Juni 2026: BPBD Merangin baru menggelar rapat koordinasi penanganan bencana di Ruang Kerja Kalaksa BPBD. Butuh waktu hampir dua bulan hanya untuk duduk bersama menggelar rapat!

• 15 Juni 2026: Dokumen permohonan tim teknis ke Dinas PUPR memang telah diperiksa dan diparaf oleh dua pejabat BPBD.

• Hasil Akhir? Di atas nama terang MUHAMAD SAHIRI, kolom tanda tangan justru KOSONG MELAMPOI!

 

“Bagaimana bantuan perbaikan infrastruktur mau cair dan tim teknis mau turun ke lapangan kalau surat dinasnya saja cacat administrasi tanpa tanda tangan pimpinan?” celetuk Rhomadan, salah seorang warga yang dengan nada geram.

 

Warga Bertarung Nyawa, Pejabat Asyik ‘Lupa’ Tanda Tangan?

 

KONDISI ini berbanding terbalik 180 derajat dengan realita pahit di lapangan. Lima hari hingga berbulan-bulan pascabencana, warga terdampak di Rantau Jering dan sekitarnya terpaksa memulihkan kondisi secara swadaya tanpa sentuhan bantuan pemerintah daerah.

 

Demi mendapatkan setetes air bersih untuk bertahan hidup, warga terpaksa mengikatkan tali di pinggang, meniti lereng bukit terjal dengan jurang puluhan meter di bawahnya demi menyambung pipa yang pecah. Dinding rumah warga yang jebol dihantam banjir pun hanya bisa ditutupi terpal seadanya.

 

“Kalau tidak kami perbaiki sendiri, kami tidak punya air. Memang sangat berbahaya meniti tebing, tapi ini satu-satunya cara agar kebutuhan air tetap terpenuhi,” ungkap Rhomadan.

 

Rakyat bertaruh nyawa di tebing curam demi air minum, sementara di atas meja kerja yang nyaman, sebuah lembar kertas penentu nasib perbaikan infrastruktur warga justru dibiarkan tanpa tanda tangan.

 

Tak hanya Rantau Jering, pengabaian serupa juga dirasakan warga Desa Rantau Limau Kapas dan Pulau Bayur. Jembatan gantung yang sempat digembar-gemborkan akan segera diperbaiki, hingga kini tak kunjung tersentuh perbaikan.

 

“Dahulu dijanjikan mau langsung diperbaiki, tapi sampai sekarang tidak ada tanda-tanda petugas turun ke lapangan. Kami terasa dianaktirikan,” keluh warga setempat.

 

Penderitaan kian meluas ke Desa Muara Madras dan sekitarnya. Di sana, warga harus menelan pil pahit setelah hektaran sawah mereka hancur dihantam banjir dan ternak warga mati bergelimpangan.

 

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Merangin Muhamad Sahiri, ketika dikonfirmasi terkait alasan di balik belum ditandatanganinya surat krusial tersebut serta lambannya penanganan bencana yang menimpa masyarakat tiga Kecanatan di wilayah davil IV hingga kini belum mau memberikan tanggapan meski media ini telah melayangkan pesan singkat melalui aplikasi whatshaap. Selasa, (21 Juli 2026).(rbu)

 

 

 

 

Previous Post

Dugaan Penimbunan BBM Subsidi di SPBU 2337306 Tambang Baru, Diduga Dipasok ke Aktivitas PETI

Next Post

PT Samudera Mahkota Mas Gelar Sosialisasi Lingkungan dan Raih Dukungan Warga Dusun Limau Kapas

Berita terkait

Suku Anak Dalam Kembali Serahkan Belasan Pucuk Senjata Api Rakitan ke Polres Merangin

by Rabu Iskandar
31/10/2026
0

PUBLIKINFO.ID,MERANGIN – Polres Merangin kembali menerima penyerahan sebanyak 11 pucuk senjata api rakitan jenis kecepek dari warga Suku Anak Dalam...

IPDA Ashadi, Perwira Yang Pimpin Tim URC Tetap Tenang dan Humanis Meski Terluka Saat Mencoba Menenangkan Suku Anak Dalam Yang Datang Ke Polres Merangin

by Eric Agus N
30/10/2026
0

    PUBLIKINFO.ID, MERANGIN - Ketegasan dan keberanian dalam menegakkan hukum kembali ditunjukkan oleh jajaran Polres Merangin dalam menangani kasus...

Polres Merangin Amankan 8 Terduga Pelaku Penyerangan Mako Polres Merangin dan sita Senjata Api Rakitan

by Rabu Iskandar
30/10/2026
0

PUBLIKINFO.ID,MERANGIN – Gerak cepat jajaran Polres Merangin bersama personel Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Jambi berhasil mengamankan delapan orang terduga...

Kerap Menjadi Beking PETI, SAD di Merangin Geruduk Polres Merangin, SAT Reskrim Tindak Tegas Pelaku PETI

by Eric Agus N
29/10/2026
0

      PUBLIKINFO.ID, MERANGIN  - Di duga sebagai beking aktifitas peti ,di wilayah desa sungai ulak kecamatan nalo tantan,...

Next Post

PT Samudera Mahkota Mas Gelar Sosialisasi Lingkungan dan Raih Dukungan Warga Dusun Limau Kapas

Harga Eceran Gas Bersubsidi Melambung Tinggi, Manager SPBE: Bukan Kewenangan Kami 

Pelanggan SPBU 2437327 Bernai Kecewa: Antri Lama Sampai Pompa Petugas Istirahat

Laporkan Pembakar Hutan dan Lahan di Kabupaten Sarolangun, Warga Akan Mendapat Imbalan

Minimnya sosialisasi,Keberadaan Bangunan Pabrik PT BMM Dipertanyakan warga setempat

Discussion about this post

Populer

  • Bejat, Sepasang Kekasih ini Buang Bayi Karena Takut Orang Tua Tau

    1850 shares
    Share 740 Tweet 463
  • Heboh! Kades Sungai Merah Diduga Cabuli 5 Remaja Selama 2 Tahun, Aksinya Terekam Kamera  

    1298 shares
    Share 519 Tweet 325
  • Breaking news….!!! Satu Warga Bangko Tinggi Tewas Usai Berduel

    1241 shares
    Share 496 Tweet 310
  • Acara Resepsi Pernikahan Di Bubarkan, Tuan Rumah Pemilik Resepsi Di Periksa Polres Merangin

    1100 shares
    Share 440 Tweet 275
  • Ternyata ini Kronologis Penusukan Warga Bangko Tinggi Hingga Tewas

    1038 shares
    Share 415 Tweet 260
  • Alkis Iqromullah, S.Pd Resmi Jabat Kepsek SD N 121/VI Air Berduri
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Publik Info
  • Redaksi
  • Sempat Heboh dan Viral!! Polemik Pelantikan Kepsek Tuntas, Dikbud Merangin Fasilitasi Jam Mengajar
  • SOP Perlindungan Wartawan

No Result
View All Result
  • Publik Info
  • Disclaimer
  • Pedoman
  • Redaksi
  • Perlindungan