PUBLIKINFO.ID,MERANGIN – Kepala Desa Rantau Jering, Parmel, menyatakan kecewa terhadap Pemerintah Kabupaten Merangin, khususnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Merangin.
Bagaimana tidak, permohonan penanganan pasca bencana banjir dan longsor yang melanda wilayahnya diabaikan selama hampir tiga bulan.
Lambatnya respon dari instansi terkait, salah satu pemicu kemarahan warga pada pemerintahan daerah Kabupaten Merangin.

“Akses jalan ini merupakan urat nadi kehidupan, Kalau pemerintah tak tanggap berarti pemerintah merupakan salah satu hambatan bagi kami di Desa Rantau Jering untuk maju,” Ucap Warga dengan nada kesal.
Sementara itu, Guna mengatasi situasi darurat bencana secara Pemerintah Desa Rantau Jering telah melakukan penanganan awal.
“Untuk mengevakuasi jalan yang tertimbun longsor serta memperbaiki jaringan air bersih ke rumah warga, terpaksa saya harus merogoh kocek pribadi saya,”Ungkap Kades.
Langkah ini diambil, Lanjut Kades. karena akses jalan satu-satu nya itu merupakan urat nadi perekonomian masyarakat.
“Kalau tak cepat di perbaiki, saya khawatir masyarakat akan mengalami kenaikan bahan pokok, bahan-bahan pertanian tak dapat di jual keluar dan yang paling saya takutkan adanya masyarakat saya yang sakit tidak bisa dirawat di tempat yang layak (Puskesmas/Rs),”Ucap nya.
Penulis: Riko Wijaya














Discussion about this post