PUBLIKINFO.ID, SAROLANGUN – Ketua Karang Taruna Kabupaten Sarolangun, Yunipan Pirnando, melontarkan ultimatum kepada manajemen PT SLUM. Ia menegaskan, massa akan kembali turun ke lapangan pada Rabu pekan depan dengan membawa tuntutan awal, bahkan berencana membentangkan tenda dan bermalam di jalan perusahaan selama tiga hari, mulai Rabu, Kamis hingga Jumat, sampai dapat bertemu langsung dengan manajer utama PT SLUM.
Pernyataan tersebut disampaikan Yunipan saat menjelaskan sikap Karang Taruna Kabupaten Sarolangun terkait persoalan yang menjadi perhatian mereka terhadap PT SLUM. Ia menegaskan, kedatangan pihaknya pada hari ini bukan untuk melanjutkan aksi demonstrasi, melainkan untuk menyampaikan ucapan belasungkawa atas meninggalnya manajer buah PT SLUM pada Selasa lalu.
Sebagai bentuk penghormatan terhadap almarhum, aksi damai yang sebelumnya direncanakan diputuskan untuk ditunda. Namun, penundaan tersebut bukan berarti tuntutan yang telah disampaikan sebelumnya dihentikan.
Yunipan menegaskan, apabila hingga pekan depan belum ada perkembangan yang sesuai dengan tuntutan awal, pihaknya akan kembali mengerahkan massa dalam aksi lanjutan dengan langkah yang lebih tegas.
“Jika ada solusi, maka kami akan datang lagi dengan massa yang lebih besar. Minggu depan, kami akan kembali turun dengan tuntutan awal. Kami akan membentangkan tenda dan bermalam di jalan PT SLUM mulai Rabu, Kamis hingga Jumat, sampai bertemu dengan manajer utama PT SLUM,” tegas Yunipan.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk keseriusan Karang Taruna dalam memperjuangkan persoalan yang mereka anggap perlu mendapatkan perhatian dan penyelesaian dari pihak perusahaan.
Ia juga menekankan bahwa pihaknya tidak memiliki niat untuk menjatuhkan perusahaan, apalagi menghilangkan investasi di Kabupaten Sarolangun. Namun, ia menginginkan agar perusahaan melakukan pembenahan dan meningkatkan tata kelola sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Kami tidak datang untuk menjatuhkan perusahaan, apalagi menghilangkan investasi. Kalau investasi terganggu, yang rugi bukan hanya perusahaan, tetapi juga masyarakat, desa, dan para pekerja. Karena itu, kami ingin persoalan ini mendapatkan perhatian serius,” ujarnya.
Yunipan turut menyinggung pernyataan Manajer PT SLUM, Berlin, yang sebelumnya menyampaikan adanya solusi. Menurutnya, perkembangan tersebut perlu dibuktikan melalui langkah nyata dan tindak lanjut yang jelas terhadap tuntutan yang telah disampaikan.
Ia juga meminta agar aparat penegak hukum tetap bersikap netral dalam menyikapi persoalan tersebut, sehingga seluruh pihak dapat menjalankan perannya sesuai ketentuan yang berlaku.
Ultimatum Tiga Hari, Massa Tunggu Manajer Utama
Yunipan kembali menegaskan bahwa rencana aksi pada Rabu pekan depan akan tetap membawa tuntutan awal. Massa berencana mendirikan tenda di jalan perusahaan dan bertahan selama tiga hari sebagai bentuk tekanan agar persoalan tersebut mendapat perhatian langsung dari pimpinan tertinggi PT SLUM.
“Kami tunggu sampai bisa bertemu dengan manajer utama PT SLUM. Kami ingin ada kejelasan atas persoalan ini. Penundaan aksi hari ini semata-mata untuk menghormati almarhum, bukan berarti perjuangan kami selesai,” tegasnya.
Rencana aksi lanjutan tersebut menjadi penegasan sikap Karang Taruna Kabupaten Sarolangun bahwa mereka menginginkan tindak lanjut nyata atas tuntutan yang telah disampaikan.
Hingga rencana aksi tersebut dilaksanakan, perkembangan sikap manajemen PT SLUM serta tanggapan atas tuntutan Karang Taruna masih menjadi hal yang dinantikan.
Penulis.Riko wijaya














Discussion about this post